Monthly Archives: April 2019

Evaluasi Kinerja DPC ASKONAS dan HATSINDO Kota Balikpapan dan Sosialisasi Surat Edaran Nomor : 06/SE/M/2019 Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia tentang Sertifikat Badan Usaha, Sertifikat Keahlian dan Sertifikat Keterampilan Dalam Bentuk Elektronik

 

Dalam rangka Evaluasi Kinerja DPC ASKONAS dan HATSINDO se-Kalimantan Timur dan terkait juga dengan Surat Edaran Nomor : 06/SE/M/2019 Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia tentang Sertifikat Badan Usaha, Sertifikat Keahlian dan Sertifikat Keterampilan Dalam Bentuk Elektronik maka pada hari Sabtu, tanggal 27 April 2019, DPD ASKONAS dan HATSINDO KALTIM diwakili oleh Ketua Umum Syarifah Rabiyatul Baraqbah, SE, Ketua I Indra Setiawan, ST dan Ketua II Muhammad Husaini, SE, mengadakan Kunjungan Kerja dan Pembinaan serta Sosialisasi kepada DPC ASKONAS dan HATSINDO Kota Balikpapan.

Evaluasi Kinerja dan Sosialisasi ini akan dilaksanakan secara bergiliran kepada DPC ASKONAS dan HATSINDO se-Kalimantan Timur dengan harapan agar pelayanan terhadap anggota dapat berlangsung lebih cepat, mudah dan informasi informasi terkait dengan kebutuhan anggota dapat diketahui dan dilaksanakan oleh anggota dengan baik.

DPD ASKONAS dan HATSINDO Kaltim menyadari benar bahwa untuk meningkatkan kualitas anggota maka pelayanan terhadap anggota harus dimaksimalkan dan yang pertama kali harus dilakukan adalah dengan mengevaluasi dan meningkatkan pelayanan di Sekretariat DPC ASKONAS dan HATSINDO se-Kalimantan Timur dimana setiap DPC lah yang bersentuhan langsung dengan anggota sebagai perpanjangan tangan, perwakilan dan ujung tombak DPD ASKONAS Kaltim.

Evaluasi Kinerja DPC ASKONAS dan HATSINDO dan Sosialisasi yang bertempat di Sekretariat DPC ASKONAS dan HATSINDO Kota Balikpapan ini, selain Ketua DPC ASKONAS dan HATSINDO  Kota Balikpapan ibu Hj. Murtini, ST beserta beberapa orang staff IT dan Admin, dihadiri juga oleh beberapa Anggota yang mewakili anggota ASKONAS dan HATSINDO di Kota Balikpapan lainnya. Bagi Anggota ASKONAS dan HATSINDO Kota Balikpapan yang belum sempat hadir dipersilahkan untuk datang ke Sekretariat DPC ASKONAS dan HATSINDO Kota Balikpapan (alamat dan contact person tertera di menu Cabang ASKONAS Kota Balikpapan) untuk mendapatkan penjelasan terkait Surat Edaran Nomor : 06/SE/M/2019 Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia tentang Sertifikat Badan Usaha, Sertifikat Keahlian dan Sertifikat Keterampilan Dalam Bentuk Elektronik dan dengan dibantu Staff IT dan Admin DPC ASKONAS dan HATSINDO Kota Balikpapan yang sudah dilatih untuk dapat melaksanakan terkait Surat Edaran tersebut dan mendapatkan pelayanan yang terbaik apapun yang dibutuhkan oleh Anggota ASKONAS dan HATSINDO dalam bidang Jasa Konstruksi.

Evaluasi Kinerja dan Sosialisasi seperti ini akan terus dijadwalkan dalam Agenda Kerja DPD ASKONAS dan HATSINDO Kaltim dalam hal Pembinaan kepada DPC ASKONAS dan HATSINDO dan dengan Anggota secara keseluruhan guna meningkatkan pelayanan terhadap anggota juga agar setiap anggota dapat diperhatikan secara langsung serta menghilangkan jarak antara Anggota dan seluruh jajaran Pengurus ASKONAS Kaltim juga sebagai bentuk tanggung jawab seluruh jajaran Pengurus ASKONAS Kaltim terhadap semua anggotanya.

 

 

Kabar Duka

 

Turut Berduka Cita
Atas meninggalnya

BAPAK JALALUDDIN AR
Ketua Umum GABPEKNAS Kaltim

Semoga amal ibadah beliau, diterima di Sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan Keikhlasan.
Insya Allah khusnul khotimah.

Amin ya Robbal alamin.

Keluarga Besar Graha Askonas Kaltim

Syarifah Rabiyatul Baraqbah
Theny Gunawan
Indra Setiawan

 

 

Terapkan Sertifikat Elektronik, LPJK Optimis Kejar Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi

 

Jakarta, LPJK.net – Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dewi Chomistriana menegaskan bahwa Surat Edaran (SE) yang baru-baru ini dikeluarkan pihaknya diharapkan didukung penuh seluruh insan jasa konstruksi, termasuk LPJK.
SE Nomor 06/SE/M/2019 yang dikeluarkan oleh Kementerian PUPR merupakan komitmen dalam pelaksanaan UU No. 2 Tahun 2017 tentang jasa konstruksi.
“SE yang diterbitkan oleh PUPR ini saya minta dukungan penuh dari LPJKN, LPJKP dan seluruh asosiasi badan usaha serta asosiasi profesi,” ungkap Dewi saat membuka Rapat Kelompok Unsur (RKU) pemerintah di Hotel Ambhara, (29/3/2019).
Menurut Dewi, pemberlakuan sertifikat elektronik ini akan memberikan banyak kemudahan bagi semua pihak, khususnya dalam percepatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi di Indonesia.
“Pada KI 2018 lalu, Presiden instruksikan 10 kali lipat sertifikasi dari tahun 2018. Melalui penerapan sertifikat elektronik ini, saya optimis target percepatan bisa kita kejar,” ujar Dewi.
Sementara itu Pengurus LPJKN, Sutjipto menuturkan bahwa bahwa LPJK Nasional membutuhkan dukungan dari seluruh unsur kementerian/lembaga, khususnya yang hadir di RKU.
“Sertifikat ini nantinya akan memberikan kemudahan bagi tim Pokja dalam proses lelang. Ini artinya, LPJK membutuhkan dukungan seluruh unsur kementerian/lembaga, khususnya kepada yang hadir RKU hari ini,” tutur Sutjipto.

Pelatihan Admin Siki Digital

Berdasarkan undangan dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi  (LPJKP) Kalimantan Timur

 

 

DPD ASKONAS Kaltim dapat giliran  jadwal hari Selasa, 9 April 2019 jam 10.00 s.d. 12.00 wita dan

DPD HATSINDO Kaltim dapat giliran jadwal hari Rabu, 10 April 2019 jam 14.00 s.d. 16.00 wita

Untuk SBU dibantu oleh bpk. Affan Anshari selaku Ketua USBU dan

Untuk SKA / SKT dibantu oleh bpk. Tommy Yunanto selaku Ketua USTK

 

 

 

Kesehatan dan keselamatan kerja

 

Kesehatan dan keselamatan kerja (K3, terkesan rancu apabila disebut keselamatan dan kesehatan kerja) adalah bidang yang terkait dengan kesehatankeselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek. Tujuan K3 adalah untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja.[1] K3 juga melindungi rekan kerja, keluarga pekerja, konsumen, dan orang lain yang juga mungkin terpengaruh kondisi lingkungan kerja.

K3 cukup penting bagi moral, legalitas, dan finansial. Semua organisasi memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa pekerja dan orang lain yang terlibat tetap berada dalam kondisi aman sepanjang waktu.[2] Praktik K3 meliputi pencegahan, pemberian sanksi, dan kompensasi, juga penyembuhan luka dan perawatan untuk pekerja dan menyediakan perawatan kesehatandan cuti sakit. K3 terkait dengan ilmu kesehatan kerjateknik keselamatanteknik industrikimiafisika kesehatanpsikologi organisasi dan industriergonomika, dan psikologi kesehatan kerja.

Bahaya di tempat kerja

Bahaya fisik dan mekanik

Pekerja yang bekerja dengan penuh risiko tanpa peralatan keselamatan yang memadai

Harry McShane, di usia 16 tahun (1908) mengalami kecelakaan kerja. Ia tidak sengaja tertarik ke arah permesinan di sebuah pabrik di Cincinnati. Ia kehilangan lengan dan kakinya patah tanpa mendapatkan kompensasi sedikitpun

Bahaya fisik adalah sumber utama dari kecelakaan di banyak industri.[3] Bahaya tersebut mungkin tidak bisa dihindari dalam banyak industri seperti konstruksi dan pertambangan, namun seiring berjalannya waktu, manusia mengembangkan metode dan prosedur keamanan untuk mengatur risiko tersebut. Buruh anak menghadapi masalah yang lebih spesifik dibandingkan pekerja dewasa.[4] Jatuh adalah kecelakaan kerja dan penyebab kematian di tempat kerja yang paling utama, terutama di konstruksiekstraksitransportasi, dan perawatan bangunan.[5]

Permesinan adalah komponen utama di berbagai industri seperti manufakturpertambangankonstruksi, dan pertanian,[6] dan bisa membahayakan pekerja. Banyak permesinan yang melibatkan pemindahan komponen dengan kecepatan tinggi, memiliki ujung yang tajam, permukaan yang panas, dan bahaya lainnya yang berpotensi meremukkanmembakarmemotongmenusuk, dan memberikan benturan dan melukai pekerja jika tidak digunakan dengan aman.[7]

Tempat kerja yang sempit yang memiliki ventilasi dan pintu masuk/keluar terbatas, seperti tankmiliter, saluran air, dan sebagainya juga membahayakan.[8][9] Kebisingan juga memberikan bahaya tersendiri yang mampu mengakibatkan hilangnya pendengaran.[10][11] Temperatur ekstrem panas mampu memberikan stress panaskelelahankramruam, mengabutkan kacamata keselamatandehidrasi, menyebabkan tangan berkeringat, pusing, dan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan kerja.[12] Pada temperatur ekstrem dingin, risiko yang dihadapi adalah hipotermiafrostbite, dan sebagainya.[13]Kejutan listrik memberikan risiko bahaya seperti tersengat listrik, luka bakar, dan jatuh dari fasilitas instalasi listrik.[14]

Bahaya kimiawi dan biologis

Bahaya biologis

Bahaya kimiawi

Masalah psikologis dan sosial

K3 berdasarkan industri

K3 yang spesifik dapat bervariasi pada sector dan industri tertentu. Pekerja kontruksi akan membutuhkan pencegahan bahaya jatuh, sedangkan nelayan menghadapi risiko tenggelamBiro Statistik Buruh Amerika Serikat menyebutkan bahwa perikananpenerbanganindustri kayupertanianpertambanganpengerjaan logam, dan transportasi adalah sektor industri yang paling berbahaya.[15]

Konstruksi

Konstruksi adalah salah satu pekerjaan yang paling berbahaya di dunia, menghasilkan tingkat kematian yang paling banyak di antara sektor lainnya.[16][17] Risiko jatuh adalah penyebab kecelakaan tertinggi.[16] Penggunaan peralatan keselamatan yang memadai seperti guardrail dan helm, serta pelaksaan prosedur pengamanan seperti pemeriksaan tangga non-permanen dan scaffolding mampu mengurangi risiko kecelakaan.[18] Tahun 2010, National Health Interview Survey mengidentifikasi faktor organisasi kerja dan psikososial dan paparan kimiawi/fisik pekerjaan yang mampu meningkatkan beberapa risiko dalam K3. Di antara semua pekerja kontruksi di Amerika Serikat, 44% tidak memiliki standar pengaturan kerja, sementara pekerja di sektor lainnya hanya 19%. Selain itu 55% pekerja konstruksi memiliki pengalaman ketidak-amanan dalam bekerja, dibandingkan 32% pekerja di sektor lainnya. 24% pekerja konstruksi terpapar asap yang bukan pekerjaannya, dibandingkan 10% pekerja di sektor lainnya.[19]

Pertanian

Traktor dengan sistem pelindungan terguling

Pekerja pertanian memiliki risiko luka, penyakit paru-paru akibat paparan asap mesin, kebisingan, sakit kulit, dan kanker akibat bahan kimia seperti pestisida. Pada pertanian industri, kecelakaan melibatkan penggunaan alat dan mesin pertanian. Kecelakaan yang paling umum adalah traktor yang terguling.[20] Pestisida dan bahan kimia lainnya yang digunakan dalam pertanian juga berbahaya bagi kesehatan pekerja, mampu mengakibatkan gangguan kesehatan organ seks dan kelainan kelahiran bayi.[21]

Jumlah jam kerja para pekerja di bidang pertanian di Amerika Serikat memperlihatkan bahwa 37% pekerja memiliki jam kerja 48 jam seminggu, dan 24% bekerja lebih dari 60 jam seminggu. Dipercaya tingginya jam kerja tersebut mengakibatkan tingginya risiko kecelakaan. Dan dari semua pekerja di sektor pertanian, 85% lebih sering bekerja di luar ruangan dibandingkan sektor lainnya yang hanya 25%.[22]

Sektor jasa

Sejumlah pekerjaan di sektor jasa terkait dengan industri manufaktur dan industri primer lainnya, namun tidak terpapar risiko yang sama. Masalah kesehatan utama dari pekerjaan di sektor jasa adalah obesitas dan stres psikologis serta kelebihan jam kerja.

Pertambangan dan perminyakan

Pekerja di sektor perminyakan dan pertambangan memiliki risiko terpapar bahan kimia dan asap yang membahayakan kesehatan. Risiko kulit terpapar bahan kimia berbahaya, menghirup asap, hingga risiko lain seperti homesick karena lokasi kerja yang jauh dari rumah, bahkan hingga ke area lepas pantai.

 

Sumber :  https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kesehatan_dan_keselamatan_kerja

 

 

 

 

« Entri Lama