Asosiasi Kontraktor di Indonesia Tak Gentar Hadapi Perusahaan dan SDM Asing

Selasa, 17 September 2019 18:54

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Wadah pengusaha kontraktor di Indonesia, Askonas atau Asosiasi Kontraktor Nasional mengaku tak gentar dengan adanya potensi masuknya perusahaan dan SDM asing di tengah maraknya pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Rahmatullah Ketua Umum DPP Askonas mengatakan ketatnya persaingan antar perusahaan jasa konstruksi di Indonesia sejatinya memang harus disikapi secara bijak.

Di sisi lain kompetisi tersebut harusnya membuat perusahaan konstruksi tanah air semakin mawas diri.

“Itu (persaingan) tidak bisa dihindari, harus dihadapi,” katanya kepada media saat ditemui di salah satu hotel di Yogyakarta, Selasa (17/9/2019).

Rahmatullah Ketua Umum DPP Askonas saat ditemui media di Yogyakarta, Selasa (17/9/2019). – TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan

Rahmatullah menekankan situasi persaingan saat ini memungkinkan untuk bersaing secara global bukan lagi skala nasional oleh karena itu pihaknya mengajak dan menekankan kepada anggotanya untuk terus berbenah guna menghadapi persaingan tersebut.

Namun dalam menghadapi persaingan tersebut pihaknya mendorong pemerintah ataupun regulator kontrak untuk tetap menegakkan peraturan atau ketentuan yang diberlakukan.

“Tapi yang paling penting adalah penegakan ketentuan, karena semuanya (soal konstruksi) sudah diatur dalam UU No 2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi baik UU ketenagakerjaan, maupun UU keinsinyuran dan lainnya, persoalannya hanyalah di penegakan aturan itu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rahmatullah menekankan bahwa perusahaan jasa konstruksi di Indonesia sejatinya tak pernah takut menghadapi persaingan dengan perusahaan besar maupun perusahaan asing.

Pihaknya justru optimis dengan kualitas SDM kontraktor dalam negeri.

“Kalau untuk bersaing kita tidak pernah minder ataupun anti karena tidak seluruhnya tenaga asing itu punya kompetensi seperti kita,” tandasnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan upaya-upaya untuk terus menyiapkan perusahaan konstruksi dibawah naungan Askonas untuk bersiap menghadapi persaingan yang ketat tersebut.

“Hanya saja kita juga yang justru harus lebih siap bersaing. Perusahaan harus punya daya saing, bukan hanya sekedar meneriakkan anti tenaga asing atau anti badan usaha asing tapi kita sendiri malah lupa membenahi kualitas,” bebernya.

“Saya rasa daripada kita mengutuk kegelapan lebih baik kita segera menghidupkan lentera, daripada kita mengutuk lebih baik kita segera melakukan pembenahan, perbaikan dan evaluasi di internal kita,” jabarnya.

Askonas sendiri dalam kesempatan tersebut turut memberikan pelatihan-pelatihan untuk menunjang kemanjuan perusahaan jasa konstruksi dibawahnya.

Diantaranya dengan memberikan pelatihan asesor yang mana merupakan salah satu indikator perusahaan jasa konstruksi untuk memenuhi aturan terkait Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU) serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang tertuang dalam UU No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Tentunya usaha konstruksi kita ingin menjadi perusahaan jasa konstruksi yang benar-benar menjadi tuan rumah di negeri sendiri, di kota atau kabupaten sendiri bahkan di desa atau kelurahan kita sendiri,” tandasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

(https://www.google.com/amp/s/jogja.tribunnews.com/amp/2019/09/17/asosiasi-kontraktor-di-indonesia-tak-gentar-hadapi-perusahaan-dan-sdm-asing)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: